Iklan Edoy

Puskesmas di Sunggal Bentuk Pos dan Sweeping untuk Capai Target Imunisasi Polio

MEDAN – Sejak dicanangkan Sub PIN Polio di Kota Medan oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution, Senin (13/2/2023) kemarin, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang ada terus gerak cepat (Gercep) melakukan imunisasi polio.

Hal ini dapat dilihat dari target 96 persen, memasuki hari kelima pencanangan Sub PIN Polio terdapat beberapa puskesmas yang sudah melakukan imunisasi polio diatas 50 persen.

Di antara puskesmas tersebut adalah Puskesmas Desa Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Kepala Puskesmas Desa Lalang, dr Rini Susanty menjelaskan bahwa dari total data 3.060 balita yang akan diimunisasi, telah mencapai 56,63 persen.

“Di hari pertama pencanangan, kami telah memberikan imunisasi polio kepada 1.017 balita atau sekitar 30 persen. Di hari kedua sebanyak 368 balita diimunisasi. Kemudian di hari ketiga 206 balita. Dan di hari kemat sebanyak 139 balita,” ungkapnya.

Dalam upaya mencapai target tersebut, puskesmas berkolaborasi dengan Muspika, mulai dari Camat, Lurah, TP PKK dan Kader. Menggelar koordinasi dan membagi tim untuk mensukseskan pelaksanaan Sub PIN Polio.

Dijelaskan Rini Susanty, wilayah kerja Puskesmas Desa Lalang terdiri dari dua kelurahan, yakni Kelurahan Lalang dan Kelurahan Sei Sikambing B. Dalam pelaksanaan Sub PIN Polio dibagi tim dengan 8 pos, jadi satu kelurahan 4 pos.

“Saat pencanangan di Kantor Lurah Sei Sikambing B, kami membuat tempat pelaksanaan imunisasi yang sangat menarik untuk balita. Selain itu kami juga menghalo-halokan dari mesjid, tempat pengajian dan sekolah. Alhamdulillah di hari pertama itu sebanyak 1.017 balita telah kami imunisasi polio,” ujarnya.

Kapus menambahkan, di hari ketiga tidak lagi membuat pos seperti di hari pertama dan kedua. Namun melakukan strategi lainnya, yakni dengan melakukan sweeping ke rumah warga dengan bantuan Kepling. Artinya sweeping ini dilakukan terhadap balita yang tidak datang waktu pencanangan dan pos.

“Dalam melakukan sweeping kita telah meminta kepada kepling data jumlah Balita, by name by address. Sehingga balita yang kita datangi ke rumahnya adalah balita yang tidak datang saat pencanangan. Meskipun dalam pelaksanaanya terdapat kendala seperti Balita yang sedang sakit dan tidak berada dirumah, Namun balita yang belum di imunisasi akan tetap kami imunisasi tunggu mereka sehat dan mendapatkan izin dari orang tuanya,” sebutnya.

Selanjutnya Kapus Desa Lalang, menjelaskan dari jumlah 3.060 balita yang terdata di Puskesmas Desa lalang, tinggal sekitar 1.300 lebih balita yang belum di imunisasi. Untuk mencapai target kami akan mendatangi rumah sakit dan klinik serta tempat umum seperti Mall atau pusat perbelanjaan di hari sabtu dan minggu.

“Upaya selanjutnya kami akan kami datangi sekolah dan PAUD serta melakulan penyisiran ke Mall maupun ke rumah sakit dan klinik yang ada di wilayah kami. Target kita balita 0-59 bulan yang ada di wilayah Puskesmas Desa Lalang mendapatkan imunisasi polio,” ujarnya.

Sementara itu, Puskesmas Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal juga melakukan gerak cepat dalam pelaksanaan Sub PIN Polio. Di mana dari target yang ditetapkan puskesmas Sunggal telah mencapai 53,28 Persen. Kapus Sunggal dr Efa Fartini, menjelaskan pihaknya dari awal pencanangan sampai hari ketiga membuat pos di lingkungan. Selanjutnya kami mendatangi ke sekolah.

Dijelaskannya dari jumlah total 5.430 Balita yang terdata untuk diimunisasi, sebanyak 3 ribu lebih balita telah diimunisasi. Dimana di hari pertama dan kedua sebanyak 1.450 dan 1.300 balita telah kita imunisasi dan hari ini kita lakukan swepping ke Sekolah TK dan PAUD.

“Hari ini kami lakukan sweeping ke Sekolah TK Sultan Iskandar Muda. Di mana sebanyak 300 Balita telah diimunisasi. Upaya yang kami lakukan ini karena kolaborasi yang dijalin dengan Kecamatan dan Kelurahan. Selanjutnya kami akan mengunjungi Mall dan sekolah lainnya untuk mencapai target imunisasi polio,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni salah satu orang tua yang anaknya mendapatkan imunisasi polio, mengaku senang adanya program Sub PIN Polio ini, sebab anaknya dapat terlindungi dari penyakit dan virus. “Alhamdulillah adanya Program PIN Polio ini saya senang, anak saya dapat sehat dan terhindar dari virus yang belakangan terjadi,” ujarnya. (Red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.