Iklan Edoy

Bentuk Simpul Sarjana Penggerak, PW ISARAH Sumut Hidupkan Kembali Program Pemerintah yang Mati Suri

MEDAN – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Sumatera Utara intensif menggelar konsolidasi pembentukan Simpul Sarjana Penggerak di kabupaten/kota.

Organ bahagian Aljam’iyatul Washliyah ini ingin menghidupkan kembali program pemerintah tentang Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3) yang sudah belasan tahun mati suri.

Hal itu terungkap saat PW ISARAH Sumut melakukan kunjungan konsolidasi ke Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi, Ahad 31 Juli 2022.

Kunjungan konsolidasi yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah tersebut, merupakan kegiatan sosialisasi program kerja PW ISARAH Sumut terkait percepatan pembentukan Simpul Sarjana Penggerak sekaligus mendukung program sensus warga Al Washliyah.

“Program Sarjana Penggerak PW ISARAH Sumut berawal dari program unggulan pemerintah di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang disebut dengan Program Sarjana Penggerak dan Pembangunan Pedesaan (PSP3) yang diluncurkan sejak tahun 1989. Namun, saat ini program tersebut tidak terlihat lagi. Sepertinya sudah lama sekali mati suri,” ucap Ketua Tim Simpul Sarjana Penggerak PW ISARAH Sumut, Mulyadi Koto SH kepada wartawan usai kunjungan konsolidasi di tiga kabupaten/kota, Selasa (3/8/2022).

Untuk itu, ujar Mulyadi Koto, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al washliyah (ISARAH) Provinsi Sumatera Utara kembali mencanangkan program sarjana penggerak agar dapat melibatkan para sarjana dan para pemuda berpendidikan tinggi untuk ikut memberdayakan masyarakat dengan beragam kegiatan-kegiatan yang produktif, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan lingkungan.

“Melalui program sarjana penggerak ini, para sarjana dapat menggali potensi-potensinya dalam mengembangkan keilmuannya sehingga terbentuknya para sarjana yang mandiri, produktif dan inovatif,” tuturnya.

Saat kunjungan konsolidasi, ujar Mulyadi Koto, para Pimpinan Daerah ISARAH diminta segera membentuk pimpinan cabang untuk menjalankan program sarjana penggerak sampai ke tingkat kecamatan.

Selanjutnya, para pimpinan cabang bersama sarjana penggerak di kecamatan diharapkan dapat menelaah dan menggali potensi setiap desa untuk dikembangkan dalam upaya peningkatan ekonomi, pendidikan, dan lingkungan yang tetap mengedepankan kearifan lokal, mandiri, produktif serta inovatif.

“Setelah terbentuknya pimpinan cabang masing-masing dan berjalannya program sarjana penggerak ini, kami sebagai pengurus wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah Sumatera Utara, akan menyampaikan dan akan merekomendasikan hasil apa saja program sarjana penggerak yang sudah dilakukan kepada pimpinan wilayah Al Washliyah Sumatra Utara demi mensukseskan progam-program yang sudah berjalan,” tukas Mulyadi Koto seraya mengingatkan para pimpinan daerah ISARAH agar mendukung program sensus warga Al Washliyah di Sumatera Utara. (Red)

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.